Jalur Menantang Pandawa Lima Jadi Perbincangan Warga

Meski belum tersambung sepenuhnya karena masih menyisakan 600 meter dari 2.375 meter yang sedang dikerjakan, sejumlah warga sudah mulai beberapa kali mencoba melintasi jalan penghubung antara pedukuhan Durensari dengan Desa Durenombo, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang.

“Harus hati-hati karena masih banyak pasir dan sisa sertu yang berserakan sehingga roda kendaraan rawan slip,” ungkap Slamet (49), yang mengaku dua kali menjajal jalan baru tersebut, Senin (29/10/18).

Sedikit berbeda, Mukri (52) warga Dukuh Durensari, mengungkapkan, tanjakan Pandawa Lima yang dulu sulit ditaklukan sekarang jauh lebih mudah dilewati meski harus tetap waspada, karena ada dua tikungan rawan dalam satu tanjakan.

Ia menjelaskan, dari arah Durenombo bagi yang baru pertama kali lewat dipastikan akan gugup dan berdampak terlambat menurunkan porsneleng atau gigi, berbeda dari arah Durensari, jalan menurun Pandawa Lima jadi momok karena curam dan menikung tajam.

“Jadi kalau dari arah harus tenang dan pertahankan gigi satu setelah ambil ancang-ancang dari bawah sebelum tikungan yang pertama,” terangnya.