Pemusnahan Barang Bukti Tindak Pidana Umum Dan Tindak Pidana Khusus Yang Telah Berkekuatan Hukum Tetap Oleh Kejari Batang

 

Batang – Komandan Kodim 0736 Batang Letkol Arh Yan Eka Putra menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti ( BB ) yang di laksanakan oleh Kajari Batang, bertempat di Halaman Kantor Kejari Kabupaten Batang. Senin ( 5/4/21 ).

Kajari Batang Ali Nurudin SH, MH mengatakan ini merupakan penyitaan dari kasus pidana umum narkotika, UU Kesehatan yang sudah berkekuatan hukum tetap.

Adapun jumlah keseluruhan hasil dari penyitaan yaitu Sabu sebanyak 6 paket ( 62,381088 gram ), Ganja 2 paket ( 1.027,20343 gram ), obat – obatan ; Hexymer 869 butir, Y 567 butir, Dextro 5.829 butir, Alprazolam 10 butir, pil inex 4 butir, jumlah keseluruhan sebanyak 8.365 butir. Cukai yaitu rokok jenis sigaret kretek mesin ( SKM ) merek Luffman Classics mild bolt jumlah 78 koli 50 slop 10 bungkus 20 batang atau 780.000 Batang yang tidak di lekati pita cukai.

Ada juga Hand phone termasuk barang bukti yang di bawa tersangka guna di musnahkan. BB ini perolehan dari selama satu tahun, dari bukan Januari 2020 sampai sekarang bukan Maret 2021. Terang Kajari Batang Ali Nurudin.

Dalam kesempatan sama Bupati Batang Wihaji S.Ag, M.Pd menyampaikan dua hal penting yakni ucapan terimakasih, ini merupakan bentuk transparansi dan akuntabel. Serta ini memberikan pembelajaran, jangan sampai masyarakat Batang melakukan pelanggan yang bertentangan dengan peraturan perundang – undangan. Jelasnya.

” Karena kita negara hukum siapapun yang bertentangan dengan hukum akan di tindak oleh aparat penegak hukum “.

” Hati- hati khusunya narkoba, rokok yang non cukai. Jangan coba – coba termasuk pidung “. Pesan Wihaji dalam kegiatan pemusnahan barang bukti oleh Kejari Batang.

Khrisna kepala BNN Batang Krisna Anggara SH, M.Si mengatakan bahwa mengantisipasi pemusnahan barang bukti Yan di lakukan oleh Kejari Batang.

” Ini bagian dari amanah Undang-undang no.35 tahun 2009, Dimana BB narkotika yang di sita dalam kurun waktu lama harus di musnahkan”.

BNN sudah banyak terbantu oleh pemerintah setempat karena prinsipnya BNN membutuhkan bantuan dan dukungan dalam upaya melaksanakan kegiatan P4GN, terutama dengan aspek pencegahan, pemberantasan dan juga aspek rehabilitasi.

” Untuk wilayah Batang sendiri banyak di dominasi oleh penyalahguna “. Terangnya.

Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka dalam pemusnahan barang bukti oleh Kejari Batang mengatakan dalam pelaksanaan operasi antik, Polres Batang meraih peringkat satu untuk pelaksanaan pengungkapan narkoba.

Walau di Batang sebagai perlintasan tapi penggunanya banyak, In Syaa Allah bisa kita tekan para pelaku pengguna narkoba.

” Di masa pandemi seperti sekarang bini, Trendnya relatif datar tidak naik maupun turun, akan tetapi dalam pelaksanaan tugasnya kita tingkatkan. Untuk pengungkapan Januari sampai Maret sudah cukup banyak “. Imbuhnya. ( Pendim 0736 )