Batang Jadi Centra Bawang Putih Penopang Swasembada Pangan

Batang- Bupati Batang Wihaji bersama dengan Dandim O736 Batang Letkol Kav. Henry  Rudi Judianto Napitupulu melaksanakan panen perdana bawang putih di Desa Gunungsari Kecamatan Bawang,Kabuapten Batang, Rabu ( 17/7/2019).
“Memang ada sejarah sukses tentang Bawang putih, untuk mengulang sukses Kabupaten Batang diproyeksikan Kementerian Pertanian menjadi centra bawang putih,” kata Wihaji
Dengan keberhasilan masyarakat tanam bawang, maka bisa andil dalam menjaga ketahanan pangan nasional yang selama ini kebutuhannya selalu mengimpor. Yang di harapkan pula menjadi penangkar produsen bibit benih.
“Bawang putih sebagai alternatif petani selain menanam padi dengan hasil yang lebih khususnya di dataran tinggi. Oleh karena itu dengan banyak petani yang menanam otomatif dapat mengurangi impor,” kata Wihaji.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Batang Megayani Tamrin menjelaskan memulai menanam bawang putih tahun 2018 dengan luasan 94 hekatar, dan tahun 2019 sekitar 300 hektar.
“Batang memang menjadi pusat penyedia benih yang di 2019 ditargetkan oleh Kementrian melalaui pendanaan APBN ada sekitar 275 hektar dan yang dari kemitraan seluas 84 hektar dengan varietas lumbu ijo dan lumbu kuning,” jelasnya.
Lanjut, Megayani Tamrin khusus Kabupaten Batang memang dikhususkan untuk pembibitan bukan untuk konsumsi, dengan harga jual bawang basah untuk bibit 1 kg Rp 10. 000, kalau bawang putih kering satu bulan dihargai Rp 35 ribu adapun yang siap bibit Rp 50 ribu.
Ditijen holtikultura melalui Kasubit tanaman obat Wiwi Sutiwi mengapresiai Pemkab Batang yang serius dalam budidaya melalui program pengembangan bawang putih. “Di Tahun 1990 bawang putih di Indonesia berjaya dengan 20.000 ha namun dengan berjalanya waktu menurun 2000 ha, dan kita impor hampir 600 ton pertahun,” kata Wiwit Sutiwi.
Oleh karena itu, di harapkan di tahun 2021 Indonesia bisa swasembada pangan bawang putih, karena sejak tahun 2017 dari Kementraian Pertanian terus mengembangkan kawasan dengan pemberian bibit secara gratis.
“Kita mulai benahi benihnya dan kita sebarkan ke patani dan Batang kita fokuskan untuk pengembangan benihnya dulu, dengan harapan 2021 sudah swasembada pangan, karena sejak 2017 sudah kita kembangkan 1500 ha, 2018 sebanyak 5500 ha dan 2019 ada 10.000 ha,” jelasnya.
Sementara Petani bawang putih Desa Gunungsari Kecamatan Bawang Saat mengatakan lebih untung dan menjanjikan menanam bawang putih dari pada menanam padi. “Saya memiliki luasan 2000 meter persegi yang di tanamai bawang putih, dalam satu kali panen bisa untung bersih Rp 2 juta yang satu tahun dua kali tanam,” jelasnya.(Pen-0736)

 

Comments

comments