Rejeki Penjual Sembako Keliling, Dengan Banyaknya Satgas TMMD Batang

Sama seperti Alfin (23) penjual sayur keliling dengan pick up asal Desa Kemiri Timur Rt. 1 Rw. 2 Kecamatan Subah, namun Syafi’i (39) warga Desa Rt/Rw. 4 Desa Adinuso Kecamatan Reban, menggunakan motor. Kamis (1/11/18).

Jarak 11,4 kilometer atau 24 menit perjalanan, tak menyurutkan niatnya mengadu nasib dengan penjual sayur lainnya untuk ke Durenombo Kecamatan Subah. Tak hanya sayur, Syafi’i melengkapi dagangannya dengan berbagai kebutuhan pokok keluarga. Mendengar ada banyak TNI yang menginap dan tinggal di rumah-rumah penduduk dan menyerahkan Uang Lauk Pauk (ULP), ia pun membaca peluang mengais rejeki di lokasi TMMD Kodim 0736 Batang ini.

Syafi’i juga mengaku, mengalami peningkatan sebesar 50-65 ribu ribu rupiah/hari. Diketahui bahwa Satgas TMMD tinggal dirumah warga masyarakat saat membangun desa, ploting 4-5 orang prajurit dalam satu rumah, ULP sebesar 43.000 rupiah, jika dikalikan 30 hari maka jumlah yang diberikan kepada orang tua asuh Satgas sebesar 1.290.000/orangnya. Hal ini hanya terjadi dalam TMMD Reguler saja. 4 tahun sekali program serupa akan datang kembali ke wilayah Kabupaten Batang. Hal ini dikarenakan Pimpinan TNI tidak ingin kehadiran prajuritnya di tengah-tengah penduduk memberatkan dari segi ekonomi.

“Seneng banget Pak, kini daya beli Ibu-ibu disini meningkat drastis. Buah-buahan juga laku daripada sebelumnya. Saya kesini karena membaca situasi, kok banyak mobil dan motor sayur yang biasa berputar-putar di daerah Desa Pecalungan dan Pucungkerep mendadak sepi, dan rupanya kemari. Agak telat sih Pak, namun alhamdulillah saya juga dapat rejeki seperti lainnya.” ungkapnya.

Sementara realisasi pengaspalan jalan masih melanjutkan progres 1.505 meter (63,7%). Jadi disimpulkan bahwa, TMMD sangat bermanfaat bagi masyarakat jamak, termasuk penjual sayur keliling dari desa/kecamatan tetangga seperti dirinya. dagangan apapun mulai laris sejak TMMD resmi dibuka oleh Bupati Batang, H. Wihaji, S.Ag pada 15 Oktober 2018 lalu. (Red)