Komparasi RTLH Lama Sebelum Dibedah TMMD Batang

Terlihat dua perbedaan sangat kontras dari rumah Sarip (37), buruh serabutan Dusun Durensari Rt. 3/Rw. 2 Desa Durenombo Kecamatan Subah, komparasi sebelum dan sesudah dipugar Satgas TMMD Reguler 103 Kodim Batang bersama segenap warga masyarakat, Rabu (31/10/18).

Banyak warga tetangga mulai iri melihat wajah hunian buruh tersebut saat ini, desain bangun minimalis terlihat elegan untuk takaran orang pegunungan. Dibenarkan Pelda Muhammad Mahmudin, teknisi bangunan dari Satgas TMMD, bentuk tersebut sudah sejak awal memang permintaan dari yang bersangkutan. Sejak rumah dirobohkan dan direnovasi ulang pada Minggu (21/10) lalu, progres sekarang terealisasi 88 %, tinggal pemasangan daun pintu, jendela, kaca lubang ventilasi maupun instalasi kelistrikan.

“Jika nanti telah dicat, maka akan banyak pujian hasil TMMD ini. Pemilik rumah, Bapak Sarip, tentunya tidak malu lagi jika akan menerima tamu, Anak-anak juga akan rajin belajar dengan penerangan yang cukup dan dindingnya dengan warna terang.” ungkapnya, Rabu (31/10/18).

Sementara pekerjaan masih melanjutkan plesterisasi dinding belakang, samping, dalam dan lantai. Sponengan atau tali air (batas antara kusen dan plesteran) pada bagian ventilasi, juga sedang dihaluskan dengan teliti agar outputnya maksimal. Pendanaan berasal dari bantuan program pemerintah melalui APBD Tahun 2018, bersama Tuyeri (41) buruh Rt. 03 Rw. 02 Dusun/Desa Durenombo dan Gemek Susanto (29) buruh serabutan. Sedangkan penerima pemugaran rumah swadaya dari Kodim adalah Danuri (60) petani dan buruh serabutan, Dusun Gepret Rt. 3 Rw. 1 dan tetangganya Buyadi (32) buruh serabutan.

Selaras Pelda M. Mahmudin, Kades setempat, H. Sireng, membenarkan bahwa, perkembangan terbaru rumah tersebut kini menjadi pusat perhatian warganya, karena masih banyak warga yang kurang mampu menginginkan bantuan bedah rumah serupa. Namun skala prioritas dan jumlah 5 unit yang berbicara. (Red)