Awetkan Jalan Aspal TMMD Jadi Jalan Dikebut Manual

Inilah yang dilakukan Ibu-ibu Desa Durenombo Kecamatan Subah, mengerahkan segala upaya guna melaksanakan pembereman jalan di kanan-kiri jalan yang telah diaspal sepanjang 1.440 meter atau 61 % dari 2.359 meter, Selasa (30/10/18).

919 meter panjang jalan yang belum dilapisi “ter”, terus dikebut penaburan agregat dan pengerasannya dengan bantuan 2 vibro roller dari Dinas PU Kabupaten Batang di paruh kedua pelaksanaan 30 hari TMMD Reguler 103 Kodim 0736 Batang. Tujuan jelas, agar aspal yang sudah jadi diharapkan awet dan tidak mudah pecah pada bagian pinggirnya akibat tekanan dari atas. Selain itu berem atau bahu jalan, akan menambah lebar dari 3 meter menjadi 4 meter dengan penambahan setengah meter pada sisi kanan dan kiri badan jalan.

Tampak mereka membantu Satgas TMMD dengan melangsir tanah manual. Seperti biasa, hari ini masyarakat khususnya para ibu mendapatkan jatah meneruskan pekerjaan sebelumnya yaitu penutupan bahu jalan (berm) dengan menggunakan tanah timbun yang dipangkas dari tebing di sisi jalan.

Dikatakan Danki SSK Satgas, Kapten Arhanud Andi Aan bahwa, “Untuk mengawetkan aspal yang sudah jadi, pemberman jalan adalah langkah yang dimaksimalkan. Tujuannya agar dapat dilewati kendaraan untuk bersimpangan nantinya, selain menghindarkan ruas jalan agar tidak mudah pecah pada bagian sisi,” bebernya.

Pekerjaan ini akan terus diselesaikan secara manual menggunakan alat konvensional, seperti cangkul, sekop, karung bekas maupun bantuan gerobak dorong (artco) sampai bahu tertutup sempurna. Pada titik jalan sepanjang 1,4 kilometer tersebut, sementara kendaraan roda dua maupun empat tidak diperbolehkan melintasinya, pasalnya dikhawatirkan menyebabkan keretakan rabat aspal sebelum diresmikan pada 14 November 2018 mendatang dalam upacara penutupan TMMD. (Red)