Ritual Selamatan Mata Air Desa

Salah satu kearifan lokal yang masih dipertahankan sebagai bagian dari tradisi maupun kebiasaan adalah cara menghormati atau menghargai mata air desa, sebagai sumber penghidupan.

Nun jauh dipelosok hutan di dekat Dukuh Gepret, Desa Durenombo, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, terdapat mata air yang masih selalu dijaga, bahkan diselamati melalui upacara sederhana, yakni memohon kepada yang Maha Kuasa atau berdoa di lokasi dan mengakhirinya dengan kenduri atau makan bersama.

Sejumlah Satgas TMMD reguler ke-103 Tahun 2018, pun turut menyaksikan serta mengikuti ritual selamatan mata air desa.

“Kami memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk senantiasa melimpahkan rahmat bagi warga desa termasuk dijaganya sumber mata air yang mendukung kehidupan seluruh warga desa,” ungkap sesepuh Dukuh Gepret, Abdul Halim (59), Selasa (30/10/18).

Sejak turun-temurun, kata dia, keberadaan  mata air di hutan Dukuh Gepret sangat dihormati, pantang warga melakukan perusakan alam terutama di dekat lokasi mata air.

“Bagi yang tidak mengindahkan biasanya akan ada hukuman dari alam itu sendiri atau diingatkan melalui berbagai kejadian merugikan yang bersangkutan,” ujarnya.