Tradisi Selamatan Naik Molo Masih Dilakukan Warga Durenombo

Tradisi selamatan naik Molo atau warga Desa Durenombo menyebutnya dengan naikan pancang kayu/blandar atas sebagai dimulainya pekerjaan pembuatan atap rumah,masih dilakukan sampai saat ini,walaupun itu hanya sebuah tradisi namun warga masih mempercayainya sebagai syarat untuk mendirikan rumah.

Seperti yang dilakukan pada sasaran rehab rumah milik Carip (32) Rt 2/ Rw 3 Dukuh Durensari Desa Durenombo,sebelum melaksanakan pekerjaan tersebut terlihat warga bersama anggota satgas melaksanakan tradisi tersebut yang intinya biar diberi keselamatan dalam bekerja,Sabtu (27/10/18)

“ Ini sudah menjadi tradisi warga desa Durenombo pak,jadi kalau ada warga yang sedang membangun rumah dan sudah pada tahap pengerjaan atap rumah maka,kita melaksanakan tradisi naik molo ini,”ungkap Carip

Lebih lanjut Carip menerangkan, pada dasarnya masyarakat sudah mengetahui bahwa, tradisi tersebut adalah hanya sebuah sarana untuk meminta atau berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, supaya dalam pengerjaan rumah bisa berjalan tanpa ada halangan apapun juga.

“Kita semua sudah mengerti,kegiatan ini hanya sarana saja untuk meminta atau berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, supaya dalam pengerjaan rumah bisa berjalan tanpa ada halangan apapun dan di beri kelancaran,”pungkas Carip.