“TMMD”,Satu Program Dengan Jutaan Manfaat.

Desa Durenombo ,Kecamatan Subah kabupaten, Batang merupakan pusat lokasi pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)reguler ke 103, Kodim 0736/Batang.

Program yang dulu bernama ABRI Masuk Desa (AMD) itu merupakan kerja sama lintas sektoral antara TNI ,Pemerintah Daerah,POLRI serta komponen bangsa lainnya yang dilaksanakan secara terpadu untuk meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah terpencil,terisolasi bahkan terbelakang.

Durenombo merupakan salah satu Desa yang terpencil di Kecamatan Subah,Kabupaten Batang, Desa ini sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup dari berkebun.Untuk masuk Desa ini harus melewati hutan jati yang jaraknya berkilo-kilo meter,medan menuju kesana juga tergolong ekstrem,tanjakan dan turunannya yang tajam di tambah jalanya yang kasar.

Berdasarkan itulah Durenombo dipilih menjadi lokasi sasaran TMMD reguler ke 103 Kodim Batang. Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam program tersebut tujuan utamanya adalah membantu masyarakat di segala aspek kehidupan,tidak hanya infrastruktur tetapi juga membuka wawasan masyarakat Desa Durenombo terkait arti hidup berbangsa dan bernegara.

Kepala Desa Durenombo, H.Sireng ,mengatakan, aksi nyata dari TNI itu memang sangat dibutuhkan warga selama ini. Harapan masyarakat Desa Durenombo untuk memiliki jalan selama bertahun-tahun akhirnya dapat terpenuhi dengan Program TMMD itu. Jumat (26/10/2018).

“Kami sangat bersyukur sekali adanya TMMD di lingkungan kami,karena dulu sebelum adanya TMMD ini jalan di lingkungan kami sangat memprihatinkan,motor saja susah jalan,sehingga kadang-kadang warga dari Dukuh Durensari memilih memutar berpuluh-puluh kilometer jika mau ke Dukuh Durenombo ataupun sebaliknya,sekarang jalan penghubung Dukuh tersebut hampir jadi,harus kita syukuri,”tutur H.Sireng kepada Pendim 0736/Batang di lokasi TMMD.

Selain membangun jalan sepanjang 2375 meter, TMMD juga menyasar pada bedah rumah tidak layak huni (RTLH)punya 5 warga setempat ,pembangunan talut,gorong-gorong serta pembangunan pos ronda Desa Durenombo.

Tentu bukan hanya anggota Satgas TMMD saja yang bekerja,warga setempat juga ikut membantu mulai dari orang tua,anak muda,laki-laki,perempuan bahkan anak kecil juga terlibat. Selain masyarakat setempat,Kepolisian dan organisasi masyarakat juga turut andil dalam program itu.tentu itu dapat menumbuhkan rasa kegotong royongan antar masyarakat dari TMMD. Hal itu diungkapkan oleh Dan Satgas TMMD reguler ke 103, Kodim Batang ,Letkol Kav Henry Napitupulu.

“Kegiatan ini sendiri bertujuan untuk membantu masyarakat dan menumbuhkan sifat gotong royong dan kemanunggalan TNI dan rakyat,TNI adalah anak kandung rakyat sudah selayaknya TNI mengabdi dan berbuat yang terbaik untuk rakyatnya,”tutur Dandim Napitupulu.

Tidak hanya infrastruktur saja,TMMD juga bergerak pada kegiatan non fisik,mulai dari penyuluhan pertanian,peternakan,Bahaya HIV/AIDS,KB Kes,pendidikan,penyuluhan Undang-Undang pernikahan,donor darah,pemeriksaan kesehatan. ” TMMD berjuta manfaat”.

Masyarakat desa terpencil dan terisolir itu tidak pernah membayangkan akan mendapatkan perubahan drastis dalam lingkunganya. Impian selama bertahun-tahun dapat diwujudkan oleh Satgas TMMD hanya dalam kurun waktu 2 bulanan. Aksi nyata yang selalu diharapkan berkesinambungan.

Dengan hadirnya TMMD reguler ke 103 Kodim Batang, anggapan tentang TNI yang menakutkan seakan sirna seketika. Sejatinya program dengan jutaan manfaat tersebut membuktikan bahwa TNI akan selalu bersama rakyat sebagai ibu kandungnya,karena TNI lahir dari rakyat.