Teamwork Anai-Anai Di Lokasi TMMD Reg 103 Batang

Setidaknya ada empat pelajaran yang dapat dipetik dari kehidupan serangga seperti rayap dan semut sebagai pedoman hidup keseharian, yaitu gotong-royong, menabung, berjiwa sosial dan kebersamaan dalam sebuah kesatuan menyelesaikan suatu persoalan.

Anai-anai/rayap, saling membahu menyelesaikan pekerjaan dan selalu membagi makanan yang mereka peroleh. Dari mereka (semut – red) dapat kita tiru bahwa dalam hidup kita harus bergotong-royong dan peduli terhadap sesama apalagi yang sedang tertimpa musibah. Seberat apapun pekerjaan yang dihadapi, akan dapat diselesaikan dengan pemikiran bersama (team-work).

Implementasi ini terlihat di lokasi TMMD Reguler 103 Kodim 0736 Batang, di Desa Durenombo Kecamatan Subah, terutama dalam pembangunan fisiknya. Kolaborasi antara Satgas TMMD dan masyarakat terbukti menjadi kunci utama dalam menancapkan progres pengaspalan jalan tembus sepanjang 2,3 kilometer yang akan mengentaskan keterisolasian antara Dusun Durensari ke Dusun/Desa Durenombo yang s,empat ratusan tahun terputus akibat longsor yang menghapus 2 dusun yang masuk Desa Durenombo di peta, yaitu Dusun Kwarasan dan Karangsuwung. Selain pengaspalan, “telford” sepanjang 442 meter sebagai bonusnya. Progres memasuki pekan kedua dari 30 hari, sejak dibuka 15 Oktober lalu mencapai 30 %.

“Semut dan rayap patut kita contoh, walaupun tidak memiliki pemimpin namun rasa tanggung jawab dan kebersamaannya luar biasa dalam beraktivitas dan bertahan hidup. Jadi dalam setiap tugas pekerjaan yang kita emban harus dilaksanakan dengan ikhlas tanpa perlu pengawasan.” ujar Danki SSK TMMD/Danramil 01 Subah, Kapten Inf. Sugito.

Harapannya jika potret ini teraplikasi berkesinambungan, maka progres fisik dan non fisik TMMD dalam membangun masyarakat sasaran, dapat menumbuhkan kembali budaya gugur gunung di tengah-tengah mereka secara humanis.