DANRAMIL 03/GRINGSING , DENGAN ALSINTAN COMBINE HARVESTER PANEN PADI LEBIH CEPAT DAN EFISIEN.

Gringsing, Batang, Jawa Tengah – Di lahan sawah seluas 1.5 Hektare di wilayah Koramil 03/Gringsing, Panen tak lagi menggunakan tenaga manusia dengan modal arit. Kali ini anggota Poktan ” Tani Makmur ” Desa Gringsing menjajal alat mesin pertanian (Alsintan) combine harvester. Penggunaan alat panen yang merupakan kombinasi antara pemotong dan perontok padi (thrasher) merupakan pertama kali dilakukan setelah Poktan “Tani Makmur”Desa Gringsing Kecamatan Gringsing. Kabupaten Batang. Minggu 22 Juli 2018.

Kegiatan ini merupakan bentuk pendampingan dan monitoring bidang pertanian, sebagai salah satu langkah menyukseskan program pemerintah swasembada pangan di Wilayah Kabupaten Batang, khususnya di wilayah desa binaan, Desa Gringsing Kecamatan Gringsing.

Danramil 03/Gringsing Melalui Bati Wanwil Peltu Haryana mengatakan, pada panen padi di areal pertanian tanah Bengkok Desa garapan Bapak Kades H.Awali Naim , kali ini mencoba menggunakan mesin modern berupa alat pemanen padi komben ( combine harvester). “Kalau semua petani, saat panen menggunakan mesin ini, bisa lebih efisien. Dari satu hektar lahan tanaman padi saja, yang dipanen hasilnya bisa maksimal, Dan di samping itu bisa mempercepat serta mempermudah petani melakukan panen padi. Proses panen lebih cepat, pengoperasiannya juga mudah, sehingga petani tidak ada kesulitan,” Ujarnya.

“Selain membantu tanam dan panen padi, kami juga melakukan penyuluhan pertanian bersama-sama dengan PPL kepada para kelompok tani di desa yang menjadi binaanya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani ” Tani Makmur ” Bapak Atmin mengaku senang dengan adanya pendampingan dari Babinsa dan Anggota Koramil 03/ Gringsing, yang terjun langsung membantu para petani dan memberikan penyuluhan dan bimbingan dalam bertani. “Dengan adanya pendampingan dari para Babinsa dan Anggota Koramil Gringsing hasil panen tahun ini cukup bagus, sehingga kesejahteraan para petani dapat meningkatkan,” terangnya.

Disampaikan juga, jika panen dengan tenaga manual, petani harus mengeluarkan uang sebesar Rp 4 juta per hektare. Sementara, dengan mengguna‎kan mesin petani harus mengeluarkan uang Rp 45 ribu per kwintal gabah yang dihasilkan, sebagai biaya sewa.

“Sewanya segitu, tapi belum dihitung dengan bahan bakar serta ‎ongkos operator. Kalau dihitung, tetap lebih irit pakai alat Combene,” imbuh dia. Dan, menurut Bapak Atmin panen dengan menggunakan mesin‎ menjadi lebih efektif, dan hasilnya lebih bersih dibanding dengan cara manual.

“Tapi, dengan adanya mesin ini para buruh tani yang biasanya turut memanen kan otomatis tak terpakai. Nasib mereka juga harus dipikirkan,” ujarnya. Disebutkan, mesin tersebut dapat ‎memanen padi seluas 0,8 hektar dalam waktu satu jam. Atau, jika dihitung dengan setara dengan empat kilogram (Kg) padi/detik

Ia berharap hal ini bisa terus dilakukan oleh Anggota Koramil 03/Gringsing dan Babinsa , sehingga para petani bisa ikut serta mensukseskan swasembada pangan secara nasional agar warga masyarakat tidak sampai kekurangan pangan.

(Pen Dim 0736)