ANGGOTA KORAMIL 03/GRINGSING BANTU PETANI PANEN PADI SECARA TRADISIONAL DI WILAYAH DESA SENTUL

Grinsing, Batang, Jawa Tengah – Anggota Koramil 03/Gringsing Peltu Haryana, membantu panen padi secara tradisional dengan cara gepyok padi. Di wilayah Desa sentul Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. Gepyok padi merupakan cara tradisional secara turun temurun untuk merontokan bulir padi dari tangkainya, dengan cara batang padi di sabetkan ke batu atau kayu. Rabu ( 11/07/2018 )

Panen tidak hanya menjadi rezeki bagi orang yang punya sawah, tetapi panen juga memberikan rezeki bagi orang lain. Sudah menjadi tradisi di daerah Desa Sentul, Bahwa setiap musim panen tiba, maka akan ada banyak orang yang menawarkan jasanya untuk membantu memanen padi. Mereka biasanya datang bukan hanya dari warga Desa sendiri, tetapi juga banyak yang dari desa tetangga. Bahkan dulu banyak juga orang-orang dari wilayah pegunungan seperti daerah Tersono, Madugowongjati, Tedunan yang datang bersepeda untuk ikut membantu panen padi di wilayah Desa sentul ini. Sampai-sampai banyak warga di Sentul yang  setiap musim panen berlangganan menggunakan jasa mereka. Tetapi sekarang hal ini sudah jarang terlihat.

Kegiatan ikut membantu panen ini di daerah Desa Sentul biasanya disebut dengan istilah derep. Derep biasanya dilakukan berkelompok, meskipun kadang ada pula yang memanen padi hanya berdua atau bahkan sendiri. Derep pada masa kini juga lebih banyak didominasi kaum laki-laki, meskipun kadang juga ada kaum wanita yang ikut. Biasanya selagi para tukang derep atau orang-orang yang ikut membantu panen ini bekerja, pemilik padi akan datang ke sawah membawa kiriman makan untuk mereka. Pada masa lalu para tukang derep ini menggunakan sepeda onthel untuk membawa padi hasil panen dari sawah menuju desa atau ke rumah pemilik sawah. Tetapi sekarang sebagian besar dari mereka telah membawa sepeda motor, sehingga pekerjaan membawa hasil panen ini menjadi lebih mudah, ringan, dan cepat.

Memang panen padi pada masa kini berbeda dengan panen pada masa dulu. Perkembangan alat dan teknologi pertanian membuat cara panen kini lebih cepat dan praktis. Pada masa lalu, panen padi dilakukan secara tradisional menggunakan alat yang disebut ani-ani. Meskipun masih ada, namun alat ini sekarang sangat jarang dijumpai.

Kegiatan panen secara tradisional masih dipertahankan karena Jika musim panen berlangsung, ibu- ibu di kecamatan Gringsing khususnya yang tinggal di daerah pedesaan banyak yang mengais rezeki di sawah, hal ini merupakan rezeki tersendiri sebagai buruh tani. Salah satunya supartini wanita yang biasa di sebut mbah Partini dan kebanyakan wanita yang telah berusia lanjut berkumpul di sawah-sawah untuk mencari gabah. Mereka mendatangi tempat-tempat para petani tengah melakukan panen padi. Untuk bersedia membantu dengan upah gabah atau dengan istilah bawon.

Atas fakta tersebut terang Masrohan, para petani sebenarnya berharap adanya mesin atau alat untuk memanen padi atau perontok gabah. namun belum begitu di karena masih mempertahankan tradisi panen secara tradisional. Secara tidak langsung dapat berbagi kebahagiaan dengan para wanita lanjut usia untuk mengais rezeki di sawah.

Sementara itu Anggota Koramil 03/Gringsing Peltu Haryana ,mengatakan ‘’ Aktivitas di bidang pertanian ini cukup membantu pemerintah dalam bidang penyediaan pangan. Namun diakui dia, bidang pertanian ini lebih banyak nilai ibadahnya. “Jika melihat keuntungan, memang tidak besar dan lebih banyak ibadah,” terang nya.

Tradisi gotong royong dan saling tolong menolong telah mendarah daging dan menjadi keseharian bagi masyarakat jawa. Semoga tradisi seperti ini tetap terjaga.

(Pen Dim 0736  )