DANRAMIL BESERTA ANGGOTA KORAMIL 03/GRINGSING DAN JAJARAN KODIM 0736/ BATANG LAKSANAKAN GIAT APEL GELAR OPERASI KETUPAT CANDI (OKC ) TAHUN 2018 TINGK AT POLDA JATENG DI JEMBATAN TOL KALIKUTO GRINGSING

Gringsing, Batang, Jawa Tengah – Danramil Beserta Anggota Koramil 03/Gringsing Laksanakan giat Apel Gelar pasukan Oprasi Ketupat Candi Tahun 2018.  Tingkat Polda Jateng Sebagai Irup Irjen Polisi Condro Kirono,SH,MM. Yang bertempat di jalur Tol Jembatan Kalikuto Desa Mentosari Kec.Gringsing Kab.Batang. di mulai pukul 16.00 Wib s/d 17.15 Wib .Rabu ,(06/06/18).

Giat apel gelar pasukan Oprasi Ketupat Candi tahun 2018 di jalur Tol Jembatan Kalikuto tersebut telah dihadiri oleh, Kapolda Jateng, Para PJU Polda Jateng, Forkompinda Jateng, Ketua DPRD Tk 1 Jateng, Forkompinda Kabupaten Batang,  Ketua MUI Kabupaten Batang,  Kapolres Batang , Kapolrestabes Semarang, Kapolres Kendal, Muspika Kecamatan Gringsing, Kapolsek jajaran se Polres Batang, Semua Danramil di jajaran Kodim 0736/Batang, Kepala instansi se Kec Gringsing,  Kepala KUA Kecamatan Gringsing,  Peserta/Pasukan Upacara sekitar 2500 dari TNI-POLRI, Sat pol PP, Dishub, Banser, Kokam, FKPPI, Saka Bhayangkara.

Pemerintah Daerah Serta Sebanyak 21 ribu personil gabungan TNI ,Polri siap bertugas menempati Pos Keamanan dan Pos Rest Area yang tersebar di wilayah Jawa Tengah. Hal itu disampaikan oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen. Pol. Condro Kirono, usai memimpin gelar Apel pasukan dalam menyambut lebaran tahun 2018 di Jembatan Kalikuto jalur tol Semarang-Batang, Operasi yang melibatkan jajaran Polri, TNI, Pemda dan Stakeholder serta potensi elemen masyarakat ini akan diselenggarakan serentak diseluruh Indonesia yang digelar selama 18 hari mulai 7 Juni sampai 24 Juni.

Petugas gabungan tersebut akan tersebar di 3.207 pos keamanan, 1.112 pos pelayanan, 7 pos terpadu dan 12 MoU yang digelar selama operasi. “Gelar apel ini merupakan evaluasi dari tahun kemarin, setidaknya ada empat potensi kerawanan yang perlu diwaspadai dalam gelar operasi ketupat 2018. Kami tekankan kepada personil untuk mewaspadainya,” ujar Kapolda Jateng Irjen. Pol. Condro Kirono, didampingi Pangdam IV/Diponegoro, Mayor Jenderal TNI Wuryanto, Plt Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, Kapolres Batang AKBP, Edi Suranta Sinulingga Dandim 0736 / Batang Letkol Kav Henry Rudi Judiyanto Napitupulu S.Sos dan Bupati Batang, Wihaji serta Stakeholders terkait.

Menurut Irjen.Pol.Condro Kirono, keempat potensi kerawanan tersebut adalah stabilitas harga dan ketersediaan pangan, kelancaran arus mudik dan arus balik, gangguan bencana alam dan gangguan keamanan ketertiban masyarakat, dan tindak pidana terorisme. “Pada stabilitas dan stok pangan, permasalahan saat ini masih berpusar pada distribusi pangan dan penimbunan pangan oleh karena itu diperlukan kerja keras dan langkah proaktif semua pihak untuk mengatasi hal ini,” Imbuhnya.

Guna kelancaran arus mudik dan arus balik, seluruh jajaran Kepolisian telah bekerjasama dengan pihak Kementrian Perhubungan, Kementrian PUPR, kementrian Kesehatan dan Jasa Marga dan Pertamina serta unsur-unsur lainnya, sudah memantau secara langsung kesiapan jalur mudik. “Penekanan kepada seluruh personil terutama pada titik rawan macet dan titik rawan kecelakaan agar benar-benar melakukan pemantauan secara cermat dan optimal,” tuturnya.

Irjen.Pol.Condro Kirono juga menyampaikan bahwa prediksi kemacetan di Jawa Tengah berada di Kabupaten Slawi.
“Di Jawa Tengah simpul kepadatan berada di Kabupaten slawi karena ada antrian pembayaran tol. Namun ia memprediksi tahun ini akan lebih lancar karena akses pembayaran secara elektronik,” jelasnya.

( Pen Dim 0736 )