BATI TUUD KORAMIL 03/GRINGSING WAKILI DANRAMIL HADIRI PROGJA KAMPUNG KB TINGKAT KECAMATAN

Gringsing, Batang, Jawa Tengah – BatiTuud Koramil 03/Gringsing Mewakili Danramil Hadiri Progja Kampung KB di Aula Kecamatan Gringsing.Acara di mulai Pukul :09.00 Wib sampai Dengan Selesai. Rabu( 06/06/2018 ). Dalam kegiatan tersebut di hadiri 0leh, Camat Gringsing di wakili Sekcam Gringsing Bpk Purmono S. Stp, Danramil Gringsing di wakili Batuud Peltu M. Solehudin, Kepala Puskesmas Gringsing 01 dr. Siska, Kepala PLKB kecamatan Gringsing Ibu Partini, Kepala KLKB Kabupaten Batang Bapak Drajat Santoso, Bp3k Kecamatan Gringsing Ibu Rokhati, Pokja KB Desa Sidorejo.

Saat ini Jumlah perempuan Indonesia (sudah menikah) makin banyak menggunakan kontrasepsi dan sadar kesehatan reproduksi, namun angka kelahiran mengalami stagnasi pada tingkat yang relatif tinggi dengan jumlah ibu melahirkan lebih dari dua anak. Dan inisiatif Kampung Keluarga Berencana (KB) menjadi upaya pemerintah untuk mendengungkan kembali program KB, sejalan dengan semakin tingginya kesadaran perempuan di negara-negara akan pentingnya kontrasepsi dan kesehatan reproduksi.

Dalam kegitan hal tersebut Kepala PLKB Kec Gringsing Ibu Partini dalam Sambutan nya menyampaikan,
Pencapaian KB yang masih Rendah,  Daerah kampung KB kandisi Kumuh, Daerah Pantai, padat penduduk, pendidikan KK masih Rendah, kenakalan remaja masalah Miras masih tinggi.

Camat Gringsing yang di wakili Sekcam Bpk Purmono S. Stp juga mengatakan,” Launching Kampung KB di mulai bulan Januari 2016. Di buka Oleh presiden Joko Widodo, menelan Anggaran +- 3,8 triliun, Kampung KB satu kesatuan wilayah setingkat dusun dengan Kreteria tertentu.

Kepala Puskesmas Gringaing 01 Dr. Siska, Menyampaikan ” Kurang lebih 70 % ibu hamil di indonesia kekurangan Zat Besi, Sehingga ibu akan melahirkan anak Stanting/kondis Badan Pendek.
Stanting terjadi multi faktor di antaranya, Kurangnya Usapan Gizi, Kurangnya Asi Eklusif, Animia Ibu Hamil, Kurangnya Ekses para ibu hamil dan balita ke poshandu.

Kepala PLKAB Kab. Batang. Bpk Drajat Santoso, Menyampaikan “Giat kampung KB harus tetap berjalan karena itu program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan, Kalau ada kendala kesulitan Kades sebagai ketua cari solusi untuk pemecahanya dengan instansi terkait.- Dalam waktu dekat kampung KB akan di adakan penilaian dan di lombakan. Dan Agenda pembangunan Nasional (Nawa Cita) sebagai latar belakang berdirinya Kampung KB. Kampung KB dapat berjalan dan dapat berdampak positif utk masyarakat.

BatiTuud Koramil03/ Gringsing mewakili Danramil. “mengulas apa yang telah disampaikan oleh Bapak dan Ibu dari Dinas terkait, bahwa kita sebagai orang tua harus bisa memberikan contoh tauladan kepada anak dan keluarga. Saya mengajak kepada para ibu-ibu kader posyandu juga harus mampu bisa memberikan contoh kepada warga masyarakat seperti semboyan KB dua anak cukup, sering kali para kader posyandu berpesan kepada warga untuk mensukseskan program dua anak ckup, akan tetapi justru ibu-ibu kader memiliki anak ada yang melebihi semboyan KB dua anak cukup.

Ini barang tentu bagi ibu-ibu kader posyandu harus lebih instrospeksi diri karena menjadi contoh itu lebih susah dari pada dicontoh, dan ingat, ibu-ibu kader dan para tamu undangan semua bahwa jumlah penduduk indonesia sudah mencapai 200 juta jiwa lebih. Kita tidak bisa prediksi sekitar 20 sd 30 tahun lagi jumlahnya bisa menjdi berapa dan apa yang akan terjadi kalau jumlah penduduk sudah melebihi ambang batas, dipastikan kalau jumlah penduduk makin banyak akan timbul kemiskinan, kelaparan, kejahatan dan juga pelayanan kesehatan akan terganggu, akhirnya timbul konflik sosial yang akhirnya berdampak besar kepada kita. Saya menghimbau kepada  kader posyandu marilah kita terus tingkatkan dan berupaya untuk memberikan penyuluhan, pengertian kepada warga masyarakat agar selalu bersemboyan dua anak cukup.

( Pen Dim 0736 )