Pengecekan Fisik Saluran Irigasi Oleh Babinsa Koramil 02/Limpung Beserta Intansi Terkait

Limpung, Batang, Jawa Tengah – Jum’at 01 06 2018 pukul 09.00 wib sd 11.00 wib, di wilayah Koramil 02/Limpung dilaksanakan monitoring/ pengecekan dan evaluasi tentang Pembangunan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersir (RJIT).

Dihadiri oleh Kadispaperta kabupaten Batang Ir. Migayani Thamrin di dampingi oleh Kasi Sarpras Dispaperta kab. Batang Karwati SP, Batiwanwil Kodim 0736/Batang Serma Sudirman, Koordinator Kecamatan Limpung bapak. Suhartoyo beserta 2 orang PPL, Baminwanwil Koramil 02/Limpung Serka Heri P, beserta 1 orang anggota, Perwakilan 4 Kades Kec Limpung beserta perangkat. Desa yg mendapatkan bantuan Irigasi Tersier, sebagai berikut,
Ds. Pungangan, Ds. Dlisen, Ds. Ngaliyan, Ds. Tembok.

Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan Monitoring tersebut Memantau Kegiatan RJIT secara fisik dilapangan, Memantau penyerapan anggaran Dana dilapangan agar tidak terjadi penyimpangan dalam penggunaan dana tersebut, mengecek mutu kualitas bangunan sehingga dapat digunakan dalam jangka yang panjang.

perubahan kuantitas dan kualitas tanah dan air akibat irigasi. Dampak juga terlihat di alam dan lingkungan sosial di hulu dan hilir sungai yang dijadikan sumber irigasi. Dampak lingkungan berakar dari perubahan kondisi hidrologi sejak instalasi dan pengoperasian irigasi. Irigasi sebagian besar mengambil air dari sungai dan mendistribusikannya ke area yang diirigasikan. Dampak langsung dari hal tersebut berkurangnya debit hilir sungai dan peningkatan explorasi.

Penggenangan air permanen juga dapat terjadi karena tinggi muka air tanah meningkat hingga menenggelamkan akar tanaman. Pada irigasi yang mengambil air dari air tanah, maka tinggi muka air tanah akan menurun. Pada sungai yang dibendung untuk ditinggikan permukaan airnya untuk irigasi, akan terjadi risiko relokasi permukiman manusia yang tinggal dekat dengan sungai seperti yang terjadi pasca pembangunan bendungan. Dari semua dampak langsung tersebut, terdapak dampak tidak langsung yang mengikuti, seperti terjadinya kelangkaan air, tanah, intrusi air asin, dan salinisasi, tidak terkecuali dampak sosio-ekonominya.

Proyek irigasi dapat menguntungkan secara finansial bagi perekonomian individu, wilayah.
Seluruh kawasan pertanian yang ada di dunia telah teririgasikan. Hasil pertanian dari lahan yang teririgasikan itu mencakup 40% dari total hasil pertanian dunia, Meski demikian, dampak negatif dari irigasi seringkalidiabaikan.

(Pen Dim 0736)