CIPTAKAN KEAKRABAN, DANRAMIL 13/ BANYUPUTIH KOMSOS DENGAN MASYARAKAT

Banyuputih, Batang, Jawa Tengah – Guna meningkatkan peran teritorial dan jalin keakraban dengan masyarakat, Danramil 13/ Banyuputih Kapten Arm Rasmono melaksanakan komsos dengan masyarakat di Dukuh Kejaro Desa Kedawung. Kamis (31/05/2018).

Kapten Arm Rasmono selaku Danramil 13/ Banyuputih tak jemu-jemu untuk selalu menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat di Wilayahnya,dengan meningkatkan komsos. Sehingga masyarakat takkan takut dan malu untuk bertegur sapa dengan anggota Koramil 13/ Banyuputih, dengan demikian aparat kewilayahan akan mudah dalam melakukan pembinaan serta pemantauan wilayah dengan bantuan kesadaran masyarakat itu sendiri.

“Agar dari sinilah kita sebagai aparat kewilayahan bisa betul-betul mengakrabkan diri dengan semua masyarakat yang ada sehingga kita bisa menjadi salah satu bagian dari kehidupan mereka dan tentunya kita juga harus bisa memberikan pemahaman dan inpirasi bagi mereka agar mereka bisa menjadi masyarakat yang memiliki nilai kebersamaan dalam bentuk apapun dan mereka juga bisa menerima dan mendambakan akan kehadiran TNI di wilayah tersebut.” Ujar Kapten Arm Rasmono.

Kegiatan Komsos tersebut merupakan salah satu kedekatan masyarakat dengan aparat komando kewilayahan menggambarkan bahwa rohnya TNI berada di masyarakat dengan kemauan dan dedikasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas di wilayah binaannya. Dalam kegiatan Komsos kali ini Danramil 13/ Banyuputih Kapten Arm Rasmono juga menjelaskan tentang pentingnya Keluarga Berencana ( KB ) kepada ibu ibu di dk Kejaro Rt 02/05 Desa Kedawung Kecamatan Banyuputih.

Kapten Arm Rasmono menjelaskan tentang Keluarga Berencana (KB) yang merupakan suatu program pemerintah yang dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk. Program keluarga berencana oleh pemerintah adalah agar keluarga sebagai unit terkecil kehidupan bangsa diharapkan menerima Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) yang berorientasi pada pertumbuhan yang seimbang. Gerakan Keluarga Berencana Nasional Indonesia telah berumur sangat lama yaitu pada tahun 70-an dan masyarakat dunia menganggap berhasil menurunkan angka kelahiran yang bermakna. Perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran baik di gunakan istri ataupun untuk suami, seperti kondom, spiral, IUD, vasektomi, ultrasonografi dan sebagainya.

(Pen Dim 0736)