DALAM RANGKA HARI KEBANGKITAN NASIONAL DANRAMIL 07/ BANDAR SEBAGAI INSPEKTUR UPACARA

Senin, 21/05/2018 bertempat dihalaman kantor Kecamatan Bandar Kabupaten Batang dilaksanakan upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-110 Tahun 2018 tingkat Kecamatan Bandar. Peserta upacara adalah Muspika Kecamatan Bandar, Kepala UPK Bandar beserta staf dan pengawas, Kepala PPAI Bandar Kepala KUA Bandat Kepala Puskesmas I dan Puskesmas II Bandar, Koordinator BP3K Kembaran beserta anggota, Koordinator PLKB Bandar beserta anggota koramil 07/Bandar, Anggota polsek, Bandar Kepala Desa se kecamatan Bandar.
Dalam upacara tersebut di hadiri kurang lebih 250 Peserta upacara.

Bertindak selaku Inspektur Upacara dari Danramil 07/Bandar Kapten Inf Maryana, dengan petugas upacara adalah anggota Koramil 07/ Bandar.Dalam amanatnya, Danramil 07/ Bandar membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara mengatakan semangat kebangkitan nasional tidak pernah memudar, namun justru semakin menunjukkan urgensinya bagi kehidupan berbangsa kita hari-hari ini, padahal semangat itu sudah tercetus setidaknya 110 tahun yang lalu, ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo, namun sampai sekarang tetap sangat ampuh menyatukan dan menyemangati gerak kita sebagai bangsa.

Menteri Komunikasi dan Informatika dalam pidatonya menyampaikan presiden Joko Widodo pada awal tahun ini telah mencanangkan penekanan khusus pada aspek pemerataan dalam semua bidang pembangunan, bukan berarti sebelumnya kita abai terhadap aspek ini, malah sejak awal, dalam program nawacita yang disusun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, aspek pemerataan mendapat porsi perhatian yang sangat tinggi, pemerataan pembangunan antar wilayah hendak diwujudkan dengan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Diakhir sambutannya menteri komunikasi dan informatika menyampaikan dengan inovasi digital, mungkin kita dihadapkan pada kejutan-kejutan dan tatacara baru dalam berhimpun dan berkreasi, sebagian menguatkan, namun tak kalah juga yang mengancam ikatan-ikatan kita dalam berbangsa, satu hal yang pasti, kita harus tetap berpihak untuk mendahulukan kepentingan bangsa di tengah gempuran lawan-lawan yang bisa jadi makin tak kasat mata, justru karena itulah maka kita tak boleh meninggalkan orientasi untuk terus mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan sosial.

(Pen Dim 0736)