ANGGOTA KORAMIL 03/GRINGSING LAKSANAKAN KOMSOS DENGAN PETANI SEKALIGUS PEMBERSIHAN SALURAN IRIGASI

 

Gringsing- Anggota Koramil 03/Gringsing Kodim 0736/Batang melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan para petani bertempat di area persawahan milik warga Desa Krengseng, Kelompok tani ” TANI MAKMUR “Kegiatan itu dilaksanakan disela-sela waktu istirahat para petani dalam melaksanakan menggarap sawah dan pengecekan saluran irigasi sehingga tidak mengganggu aktivitas mereka.

Dalam kesempatan tersebut Anggota Koramil 03/Gringsing Peltu Haryana melaksanakan tanya jawab dengan para petani seputar kondisi pertanian diwilayah mereka serta kemungkinan kendala yang ditemui para petani dalam menggarap sawah, antara lain tentang kebutuhan air dan kondisi saluran irigasi saat ini.

Kerusakan aliran irigasi dapat berpengaruh terhadap pengairan bagi areal persawahan yang berakibat pada produksi pertanian sehingga bila tidak segera diatasi dapat menjadi hambatan bagi terwujudnya kedaulatan pangan, oleh karena itu Anggota Koramil 03/ Gringsing Peltu Haryana bersama  warga melakukan pembersihan saluran irigasi serta pembagian air untuk mengaliri sawah di Desa Krengseng.

Pemantauan secara terus menerus saluran irigasi oleh Anggota dan Babinsa Koramil 03/Gringsing untuk mengetahui secara dini kondisi saluran irigasi sehingga apabila ditemukan adanya saluran irigasi yang mengalami kerusakan pada saat debet air meningkat serta penanganannya dapat segera ditindaklanjuti dengan berkoordinasi kepada pihak yang terkait untuk menyelesaikan nya.

Kepada para petani, Peltu Haryana mengatakan bahwa pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu permasalahan yang dihadapi oleh para petani sehingga mereka tidak akan kesulitan dalam mengolah sawah. Disamping itu Babinsa dan Anggota Koramil 03/Gringsing juga akan selalu melakukan pendampingan pertanian bekerja sama dengan PPL untuk memajukan pertanian di wilayah,” katanya.

Sementara, Bapak Budi Santoso (38), salah seorang petani setempat mengungkapkan, bahwasannya kendala yang dihadapi seperti tahun-tahun lalu yakni, dikala memasuki musim kemarau para petani susah dalam mengairi sawah, untuk mengatasinya biasanya para petani mengambil air tanah dengan menggunakan pompa air/diesel dengan bahan bakar solar, sehingga secara otomatis biaya produksi mereka menjadi membengkak.

“Musim kemarau kita kesulitan mengenai irigasi, untuk mengatasinya dengan menyedot air tanah dengan menggunakan pompa air/diesel. Tetapi hal itu menambah pengeluaran kami untuk membeli bahan bakar solar,” ungkapnya.

(Pen Dim 0736)