PENGAMATAN DAN PENGECEKAN BIBIT PADI OLEH BABINSA KORAMIL 12/TULIS.

Babinsa Sertu Purwadi, Serda Wagimen dan Koptu Mujianto Anggota Koramil 12/tulis Kodim 0736/Batang bersama-sama melaksanakan kegiatan pengamatan dan pengecekan penyemaian benih padi jenis IR64 yang kini telah memasuki usia tiga minggu hal ini memicu umtuk persiapan percepatan tanam pada masa tanam, penyemaian ini dilakukan di petak sawah. Desa Karanggeneng Kecamatan Kandeman. Kamis (17/5/18).

Pengamatan dan Pengecekan benih padi IR64. Dipilihnya jenisnya padi IR64, karena memiliki kualitas tumbuh cukup baik, Kualitas jenis padi ini paling banyak ditanam oleh petani selain varietas Ciherang adalah varietas IR64. Padi IR64 secara kasat mata dapat kita bedakan dengan padi lain. Padi IR64 selain sosoknya agak pendek, jumlah anakkan banyak, dan bulirnya yang agak besar dan ramping, padi ini terlihat mekar dibandingkan dengan padi lain.

Padi yang mekar inilah yang menjadi ciri khas padi IR64. Ciri-ciri fisiknya panjang dan ramping, sedangkan warnanya putih susu. Beras jenis ini cocok untuk makanan yang berkuah. Untuk luas tanam 0,1 Ha diperlukan 30 Kg benih penyemaian padi dengan sistim tanam jajar legowo perbandingan 2 : 1 atau jarak tanam antara 50 Cm  sampai 25 Cm.

Menurut Babinsa Sertu Purwadi Koramil 12/tulis mengatakan perlakuan benih padi pada persemaian ini tentunya melalui beberapa tahapan yakni setelah mendapatkan benih padi yang baik atau benih padi yang tenggelam, tidak langsung disebar pada persemaian tetapi harus dilakukan hal-hal sebagai berikut : untuk benih yang tenggelam agar dibilas dengan air bersih terlebih dahulu, agar tidak mengandung larutan garam atau pupuk. Setelah semua bersih, maka benih direndam selama kurang lebih 24 jam, kemudian ditiriskan selama kurang lebih 48 jam. Lalu benih siap disebar pada bedengan persemaian yang telah disiapkan.

Cara persemaian/pembibitan, yakni pilih lokasi persemaian dekat dengan sumber air dan memiliki drainase yang baik, agar air di persemaian dapat diatur dengan baik (cepat diairi dan cepat pula dikeringkan menurut kebutuhan). Untuk pembuatan bedengan pembibitan dengan luas 400 m2, dan lebar 1 – 1,2 m dan panjangnya menurut keadaan lahan.

Antar bedengan dibuat parit sedalam 25 – 30 cm. Setiap 2 m2 bedengan campurkan kera-kira 2 Kg bahan organik seperti kompos atau pupuk kandang atau campuran serbuk kayu, abu, sekam padi. Pemberian bahan organik pada persemaian ini akan memudahkan pencabutan bibit padi sehingga kerusakan akar dapat diminimalisir.

Persemaian perlu dilindungi dari hama tikus, sebab tikus sangat senang benih padi yang baru disebar, dengan cara membuat pagar plastik mengelilingi tempat pembibitan. Cara ini akan lebih baik/tepat apabila tempat persemaian beberapa petani dalam satu lokasi, dipasang bubu perangkap pada pagar plastik untuk pengendalian tikus sejak dini. Sebarlah benih padi secara merata di atas bedengan,terangnya.

(Pen Dim 0736)