Babinsa Bersama Babinkamtibmas Mengecek Kondisi Jembatan Gantung di Desa Binaan

Dalam mengupayakan Keselamatan Masyarakat Wilayah Binaanya, Anggota Koramil 12/tulis dan Polsek Tulis serta Aparatur desa selalu memperhatikan keadaan dan kondisi jembatan gantung. Minggu (13/5/18). Jembatan gantung merupakan suatu jalan Alternatif yang menghubungkan dua desa, antara desa Jrakah Payung dan Desa Kedungsegog. Dengan adanya Jembatan gantung ini dapat memicu reaksi sosial dan budaya bagi dua desa wilayah tersebut, sehingga memberikan dampak positif bagi dua wilayah desa sekitar dan masyarakat lainya.

Selanjutnya Babinsa Sertu Purwadi mengatakan, masyarakat mudah menjalakan aktifitas dan interaksi sosial antar masyarakat desa setempat. Sehingga terjalinya komonikasi yang dapat mempererat silaturahmi persaudaraan dan kententraman, kenyamanan antar masyarakat dua wilayah tersebut bahkan masyarakat lainya yang mengunakan fasilitas jembatan gantung tersebut,”ungkapnya.

Sehubungan dengan Hal jembatan gantung ini Bripka Angga juga menambahkan menyangkut interaksi sosial yang dapat memberikan dampak positif bagi setiap individu, seperti pulang kampung. Pulang kampung merupakan tradisi setiap tahun pada saat hari raya idul fitri, terlebih bagi warga desa yang merantau ke kota besar, kebetulan sekarang ini mendekati bulan suci ramadhan dan hari raya idul fitri.

Jembatan gantung itu sendiri memiliki sistimatik panjang 61 m, lebar 1,5 m, yang memiliki ketinggian kurang lebih 130 m, sehingga tingkat kerawanan sangatlah tinggi, maka dari itu kami semua sangat memberikan perhatian khusus pada jembatan gantung ini,”terangnya.

Kami dari anggota Koramil 12/Tulis Sertu Purwadi, Koptu Mujianto dan  Bripka Angga dari Polsek Tulis dan perangkat desa Kasi pemerintahan Udin setiawan, Kasi pembanguna budi isnanto, melaksanakan pengecekan kondisi jembatan tersebut.