BABINSA HADIRI LOMBA DAYUNG SUNGAI SIKLAYU DESA SIDOREJO

Gringsing- Babinsa Desa Sidorejo Serda La Awan Hadiri Acara Rutin tahunan sedekah laut Dukuh Siklayu
Acara Sedekah Laut diadakan sejak tanggal 18 April 2018 – 30 April 2018. Warga masyarakat Dukuh Siklayu sangat mendukung sekali. Terlihat Antusias nya warga dengan memeriahan acara Sedekah laut tersebut tahun ini.

Seperti yang dilakukan oleh warga masyarakat di sekitar Sungai Siklayu, Kec.Gringsing Kab. Batang tahun ini. Senin (30/04/20168 ) , mereka menggelar beragam perlombaan berbasis air yang dipusatkan di Sungai seklayu, desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.

Mulai lomba dayung, baik untuk Warga Masyarakat maupun Perangkat Desa setempat . Selain itu ada juga lomba ketangkasan titian bambu licin dengan berbagai hadiah menarik.

Lomba tersebut tidak hanya dikuti oleh warga Dukuh Siklayu saja atau warga Desa Sidorejo , melainkan juga untuk khalayak umum.

Ibarat pepatah, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, berbagai perlombaan ini diharapkan bisa menggairahkan kepariwisataan yang ada di Desa Sidorejo.

Ribuan pengunjung sejak pagi sudah menyemut di tepian Sungai Siklayu dan jembatan Siklayu untuk menyaksikan perlombaan ini.

Lomba dayung di Dukuh Siklayu ini tidak sekedar melawan arus. Para Peserta harus kompak bekerja sama , Sesuai aba – aba satu…. ,dua ……satu…..dua….untuk menye iramakan gerakan tangan dayung masing masing kelompok.

Tidak kalah menarik dari lomba dayung sampan, kemeriahan semakin menjadi saat tiba digelar lomba ketangkasan meniti batang bambu untuk menjangkau berbagai hadiah. Banyak peserta yang tercebur ke Sungai, lantaran batang bambu yang dipasang melintang di atas Sungai Siklayu, telah dilumuri gemuk (lemak) dan pelumas.

“Ternyata sangat sulit meniti bambu yang licin ini, enam kali saya masih gagal,” kata Ripin (18), salah seorang peserta.

Hingga pukul 17.00 wib.ïï belum satupun peserta berhasil menjangkau hadiah menarik dan sejumlah uang yang disiapkan panitia. Sekitar 20 peserta terus berjuang meniti bambu licin sepanjang 10 meter tersebut.

Ketua Panitia Lomba,Toni mengatakan, berbagai lomba yang digelar hari ini sengaja dibuka untuk umum. Namun panitia hanya mensyaratkan para peserta harus bisa berenang pada air yang berarus.

Selain untuk menyemarakkan Sedekah Laut , lanjutnya, lomba ini juga dimaksudkan untuk memupuk semangat jiwa persatuan dan kesatuan menanamkan Rasa Disiplin, Jiwa korsa yang tinggi solid serta nilai- nilai perjuangan kepada para peserta.

Sejumlah perlombaan harus diikuti secara berkelompak, baik dua maupun empat orang. Seperti pada lomba dayung sampan pakai alat.sampan”Peserta hanya boleh mendayung dengan dayung yg sudah di sediakan panitia jelasnya.

Melihat antusiasme peserta dan animo masyaraat untuk menyaksikan berbagai perlombaan air tersebut, karang Taruna Dukuh Siklayu selaku penyelenggara punya mimpi lomba dayung sampan ini bisa ditingkatkan menjadi agenda kejuaraan untuk level Kabupaten Batang, bahkan hingga nasional.

“Maka kita undang juga Bapak Muspika Kecamatan Gringsing. Harapannya kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan untuk olahraga air ditingkat Kabupaten maupun Propinsi,” ucapnya.

Kegiatan lomba dayung tradisional tersebut berlangsung di kawasan Pantai Siklayu Desa Sidorejo
Hal yang menjadi penilaian dalam perlombaan itu adalah kecepatan, keseimbangan, konsistensi berada di jalurnya masing-masing, ketepatan mengambil haluan di saat berbelok sehingga tidak keluar jalur, atau menabrak dan menyenggol peserta yang lain. Sebab kesalahan mengambil haluan atau keluar dari jalurnya dapat berpotensi terjadinya kecelakaan. Dengan demikian peserta yang tidak menaati rambu-rambu tersebut dapat didiskualifikasikan.

Meski demikian ketatnya kriteria yang dipersyaratkan, akan tetapi tetap saja ada tim yang belum sepenuhnya dapat menerapkannya. Misalnya ada beberapa peserta yang terlihat tercebut ke laut karena tidak mampu menjaga keseimbangan sampannya. Namun berkat kesiapan regu penyelamat dengan didukung perlengkapan penyelamatan yang memadai, peserta yang tercebur ke laut pun dapat diselamatkan.

Di dalam lomba dayung sampan tradisional beregu ini, kekompakan dan kerjasama tim menjadi syarat utama. Seperti yang terlihat dalam lomba tersebut, bila salah satu anggota mengayuh sampan dengan kemampuan maksimal dengan didukung keterampilan dan kelincahannya, maka anggota yang lain berada pada posisi menjaga haluan sampan agar tetap berjalan lurus pada jalurnya. Posisi tersebut dapat bergantian bila salah satu anggotanya sudah mulai letih.

Sementara itu, pantauan dari warga Dukuh Siklayu Desa Sidorejo dan sekitarnya berdiri berjejer memadati setiap titik di sepanjang jalan pinggir pantai menuju Jembatan Siklayu Meski panas terik matahari terasa menyengat, namun warga tidak bergeming sedikit pun menyaksikan lomba dayung sampan tradisional tersebut.

Walau demikian sengatan panas mentari di siang bolong itu juga sempat membuat sebagian warga mencari perlindungan. Ada yang berteduh di bawah pohon ada yang Bawa payung dan sebagian lagi memanfaatkan teras rumah warga sekitar untuk berteduh, bahkan ada sebagian yang memanfaatkan sarana seadanya seperti kertas bekas, telapak tangan, hanya untuk dapat melindungi diri dari sengatan terik matahari.

Dalam lomba dayung sampan tradisional itu, di tim putra juara satu diraih oleh pasangan Abdul Manaf dan Ari, sementara itu pasangan Tono dan Doni di posisi kedua, dan di posisi ketiga direbut oleh pasangan syarif mahmudin dan Riswan.

Sedangkan pada tim putri, pasangan Rukhayah dan Rondiah berhasil menempati juara 1, pasangan setyowati dan Amel diurutan kedua, dan pasangan Darwati dan yuniar berada di posisi ketiga.

Setiap jawara mendapatkan hadiah piala dan uang saku masing-masing untuk juara satu sebanyak Rp. 4.000.000,-; juara dua senilai Rp. 3.000.000,-; dan juara tiga memperolah uang sebesar Rp. 2.000.000,-.dan harapan I mendapatkan Rp1000.0000,-

Kades Desa Sidorejo .pada acara final menyampaikan sambutannya ia mengatakan, kegiatan lomba dayung sampan tradisional ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan di Dukuh Siklayu ini. Maka dari itu, Kades sidorejo berharap agar kegiatan seperti ini menjadi kegiatan runtin dalam setiap Agenda sedekah Laut di tahun selanjutnya.

Danramil 03/Gringsing Kapten Infantri Sugito juga menyampaikan Kegiatan ini merupakan agenda rutin dari bidang keolahragaan Dukuh Siklayu, Dalam Rangka Mewujutkan Agenda tradisi Daerah dukuh Siklayu Desa Sidorejo ini.
Untuk memupuk Rasa Cinta Tanah Air. Persatuan dan Kesatuan NKRI.
Kegiatan tradisi Lomba Dayung ini sangat – sangat positif karena bisa digunakan sebagai sarana dan prasarana untuk mendidik para generasi muda untuk lebih meningkatkan rasa cinta tanah air dan lebih peduli akan masa depan bangsa ini. Imbuh Danramil Gringsing.

Selain itu, Kadus Siklayu Bapak Toni, Ketua Panitia Lomba yang ditemui di sela-sela kegiatan tersebut mengungkapkan kegembiraannya melihat banyak warga Masyarakat Dukuh Siklayu Desa Sidorejo dan sekitarnya yang datang menyaksikan lomba tersebut.

Selanjutnya Toni menjelaskan, kegiatan ini merupakan momentum untuk mengingatkan kita tentang budaya tradisional masyarakat pesisir kepulauan sejak jaman dahulu kala dan karena itu budaya ini mesti dilestarikan salah satunya melalui kegiatan perlombaan seperti ini.Kegiatan ini,Hal yang Sangat -sangat Baik , dan Positif. Untuk memupuk Rasa Cinta Tanah Air.untuk Anak – anak generasi penerus kita.