DANDIM DAN KADISTAN BATANG CEK KIOS PUPUK DI LIMPUNG

Limpung, Batang, Jateng -Senin, (23/04/18) sekira pukul 15.15 Wib Danramil 02/Limpung Kapten Inf Bardi melakukan pendampingan kunjungan Dandim 0736/Batang dan Kadistan Batang dalam rangka melajukan pengecekan Luas Tambah Tanam (LTT) lahan sawah dan pengecekan ke Kios Pupuk yang ada di wilayah Kecamatan Limpung.

Kedatangan Dandim 0736/Batang Letkol Kav Henry Rudi Judianto Napitupulu,S.Sos dan Kadistan Batang Ir. Migayani Thamrin beserta 3 orang stafnya disambut oleh Danramil 02/Limpung Kapten Inf Bardi beserta 4 anggota, BPP Limpung Bapak Suhartoyo S.P dan Camat Limpung yang diwakili oleh Bapak Mulyanto.

Agenda Kunjungan Dandim 0736/Batang beserta Kadistan Batang yaitu untuk melakukan pengecekan Posko LTT Koramil 02/Limpung, meninjau Lahan Olah Sawah 1 Ha, pengecekan Kios Pupuk di Desa Kalisalak UD Zakaria, pengecekan Kios Pupuk UD Karya Tani Limpung dan pengecekan Kios Pupuk UD Cahaya Tani Limpung.

Di Sela-sela kunjungannya Dandim mengatakan.
Pengolahan lahan sawah dalam usaha budidaya pertanian bertujuan untuk menciptakan keadaan lahan sawah yang siap tanam sehingga tanaman yang dibudidayakan akan tumbuh dengan baik. Pengolahan lahan sawah yang baik secara otomatis akan sangat berpengaruh dengan hasil panen padi, dengan kondisi tanah yang terawat dengan baik kandungan nutrisi yang terkandung didalam tanah untuk makan dan pertumbuhan padi sangat bagus, sehingga tanaman padi akan tumbuh dengan subur dan menghasilkan padi yang sehat dan berkuwalitas,”kata Dandim”.

Ir. Migayani Thamrin mengatakan.
Kegiatan pengolahan tanah dibagi ke dalam dua tahap, yaitu Pengolahan tanah pertama dengan cara pembajakan dan Pengolahan tanah dengan penggaruan.

Dalam pengolahan tanah pertama, tanah dipotong kemudian dibalik agar sisa tanaman dan gulma yang ada di permukaan tanah terpotong dan terbenam.
Kedalaman pemotongan dan pembalikan tanah umumnya antara 15 sampai 20 cm.

Pengolahan tanah kedua bertujuan menghancurkan bongkah tanah hasil pengolahan tanah pertama yang besar menjadi lebih kecil dan sisa tanaman dan gulma yang terbenam dipotong lagi menjadi lebih halus sehingga akan mempercepat proses pembusukan.

Keuntungan pengolahan tanah secara mekanis dapat dilakukan dengan lebih cepat sehingga dapat memperpendek waktu yang diperlukan dalam budidaya secara keseluruhan.

Pekerjaan pengolahan tanah memerlukan tenaga yang sangat besar, sehingga dibutuhkan banyak tenaga kerja, dengan tenaga yang besar, yang dimiliki peralatan mekanis, pekerjaan yang berat akan mudah dikerjakan dan hasil pengolahan tanah secara mekanis dapat lebih dalam.

Berdasarkan hasil penelitian di Pulau Jawa, biaya pengolahan tanah per hektar dengan traktor akan lebih murah dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia maupun hewan, penurunan biaya pengolahan tanah ini tentunya akan meningkatkan keuntungan para petani,”Pungkas Ir. Migayani Thamrin”.

(Pendim Batang)